Taufik Beny Terpilih Aklamasi Pimpin ICF Balikpapan Periode 2026-2030

Nusantarakita.co.id, BALIKPAPAN – Taufik Beny terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia Cycling Federation (ICF) Kota Balikpapan periode 2026-2030.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kota (Muskot) ICF Kota Balikpapan yang digelar di Ballroom Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Rabu (2/9/2026).
Muskot ICF Balikpapan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan Ratih Kusuma serta dibuka langsung Ketua Pengurus Provinsi ICF Kalimantan Timur Malvin Ardento.
Usai terpilih, Taufik Beny mengatakan kepengurusan ICF Balikpapan ke depan akan memprioritaskan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet sepeda. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperkuat komunikasi dengan klub-klub dan komunitas sepeda yang ada di Kota Balikpapan.
Menurutnya, sejumlah atlet Balikpapan telah masuk dalam monitoring dan pembinaan ICF pada kepengurusan sebelumnya. Program tersebut akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan selama masa kepemimpinannya.
“Di masa jabatan saya, kami akan berupaya memfasilitasi segala kebutuhan atlet untuk meningkatkan prestasi. Tentunya kami ingin memberikan dukungan kepada atlet-atlet yang selama ini sudah masuk dalam monitoring ICF Balikpapan,” kata Taufik Beny.

Ia mengatakan, kepengurusan baru juga akan segera melakukan konsolidasi dengan klub-klub sepeda serta menjalin komunikasi intensif dengan para atlet, termasuk atlet muda potensial yang dapat dipersiapkan untuk kejuaraan mendatang.
“Kami akan berkomunikasi dengan klub-klub dan para atlet. Kemarin saat kegiatan gowes bersama, kami juga bertemu sejumlah atlet muda potensial. Sekarang kami akan terus menjalin komunikasi untuk melihat dan mempersiapkan potensi-potensi atlet tersebut,” ujarnya.
Siap Hadapi Porprov Kaltim
Taufik menyebut ICF Balikpapan telah mulai melakukan komunikasi dengan sejumlah atlet dalam mempersiapkan target menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian terkait jumlah nomor pertandingan cabang olahraga sepeda yang akan dipertandingkan.
Pasalnya, muncul informasi adanya rencana pengurangan nomor pertandingan dari sebelumnya sekitar 24 nomor atau medali menjadi hanya 10 nomor.
Menurut Taufik, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena banyak atlet yang telah melakukan pembinaan pada nomor-nomor tertentu.
“Kalau memang dari 24 nomor menjadi 10, tentu sangat disayangkan. Jangan sampai atlet-atlet yang selama ini sudah dibina dan mempersiapkan diri untuk nomor tertentu menjadi kecewa karena nomor mereka tidak dipertandingkan,” katanya.
Ia berharap upaya Pengprov ICF Kaltim untuk mempertahankan seluruh nomor pertandingan dapat membuahkan hasil.
Saat ini, ICF Kaltim disebut tengah mengupayakan solusi agar nomor-nomor yang terancam tidak dipertandingkan di Paser dapat dilaksanakan secara mandiri di daerah lain, seperti Samarinda atau Balikpapan, namun tetap mendapat pengakuan sebagai bagian dari Porprov Kaltim.
“Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini ada pengajuan dari ICF Kaltim agar seluruh nomor tetap bisa dilaksanakan, mungkin di Samarinda atau Balikpapan, secara mandiri tetapi tetap diakui,” jelasnya.
Menurut Taufik, Balikpapan pada prinsipnya telah siap mengirimkan atlet dengan target prestasi yang tidak jauh berbeda dari target sebelumnya.
Perkuat Klub dan Komunitas
Selain pembinaan atlet prestasi, Taufik juga ingin memperkuat hubungan antara ICF Balikpapan dengan klub dan komunitas sepeda.
Ia menyebut Muskot ICF Balikpapan diikuti 16 klub. Sementara secara keseluruhan, jumlah klub dan komunitas sepeda di Kota Balikpapan cukup banyak dengan berbagai karakter kegiatan, mulai dari komunitas gowes rekreasi hingga klub yang fokus pada pembinaan prestasi.
“Yang hadir dan terdata dalam Muskot ini ada 16 klub. Sebenarnya komunitas dan klub sepeda di Balikpapan cukup banyak. Ada yang sifatnya komunitas happy, ada yang rekreasi, dan ada juga yang fokus pada prestasi,” ujarnya.
Besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepeda juga terlihat dalam kegiatan gowes bersama yang sebelumnya digelar ICF. Kegiatan tersebut mampu menarik sekitar 300 peserta.
“Pada kegiatan gowes bersama kemarin saja pesertanya sekitar 300 orang. Padahal itu hanya kegiatan perkenalan. Artinya, potensi olahraga sepeda di Balikpapan cukup besar,” katanya.
Taufik menegaskan kepengurusannya akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disparpora, KONI Balikpapan, Pengprov ICF Kaltim serta seluruh klub dan komunitas.
Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam membangun pembinaan olahraga sepeda secara berkelanjutan, baik untuk olahraga rekreasi maupun prestasi.
“Kami siap berkolaborasi dan mendukung program ICF maupun KONI. Khususnya dalam pembinaan olahraga sepeda di Balikpapan, karena semuanya merupakan satu kesatuan untuk membangun prestasi atlet,” pungkasnya. (*)



