Tantangan Akomodasi Jadi Kendala Minimnya Minat Masyarakat ke Stadion Utama Palaran

Nusantarakita.co.id, Samarinda – Stadion Utama Palaran, yang merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia, memiliki tantangan besar dalam menarik minat masyarakat untuk berkunjung, meskipun stadion ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelaksana Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi, menyebutkan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk mengunjungi stadion ini adalah terbatasnya akomodasi dan transportasi yang tersedia di kawasan tersebut.
“Jika kita mengadakan event atau acara di Stadion Utama Palaran, masalah besar yang dihadapi adalah akomodasi. Lokasinya cukup jauh dari pusat kota dan transportasi umum menuju ke sana tidak tersedia, sehingga menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berkunjung,” ujar Junaidi, saat ditemua beberapa waktu lalu.
Menurut Junaidi, meskipun Stadion Palaran memiliki fasilitas yang sangat baik untuk kegiatan olahraga, akses yang terbatas menjadi penghalang utama dalam memaksimalkan potensi stadion tersebut. Ia menekankan perlunya pembangunan fasilitas akomodasi yang dapat menampung pengunjung dan peserta acara, seperti barak, bungalow, atau wisma, agar Stadion Palaran bisa menjadi pusat acara olahraga dan kegiatan masyarakat berskala besar.
Untuk itu, dirinya berharap bahwa program pengembangan fasilitas di Stadion Utama Palaran akan terus berjalan hingga 2026, guna mendukung pertumbuhan kegiatan olahraga di Kaltim. Selain itu, stadion ini telah mendapat perhatian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan beberapa instansi terkait untuk revitalisasi fasilitas.
“Stadion Palaran sudah menerima survei dari PUPR RI, yang menunjukkan kemungkinan besar APBN akan dialokasikan untuk perbaikan fasilitas olahraga di stadion ini,” jelasnya. (adv)




