Banyak Nomor Tanding Terancam Dihapus, ICF Kaltim Siap Biayai Mandiri Cabor Sepeda Porprov

Nusantarakita.co.id, BALIKPAPAN – Pengurus Provinsi Indonesia Cycling Federation (ICF) Kalimantan Timur siap mengambil langkah mandiri untuk menyelamatkan seluruh nomor pertandingan cabang olahraga sepeda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.
Ketua ICF Kaltim Malvin Ardentodi sela-sela pembukaan Musyawarah Kota ICF Balikpapan do Hotel Grand Tiga Mustika, Rabu (2/8/2026) mengatakan, pihaknya prihatin dengan rencana pengurangan nomor pertandingan yang berpotensi menghilangkan kesempatan sejumlah atlet untuk berlaga, padahal mereka telah menjalani persiapan dan latihan intensif.
Bahkan, sejumlah atlet disebut telah menjalani program latihan hingga ke Pulau Jawa untuk meningkatkan kemampuan menjelang Porprov.
“Apalagi sekarang atlet-atlet ini sudah berlatih sampai ke Jawa secara intensif, tiba-tiba nomor tandingnya dihilangkan. Kasihan atlet yang sudah mempersiapkan diri dan sedang semangat,” kata Malvin Ardento,
Karena itu, ICF Kaltim berencana menemui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur untuk membahas kemungkinan mempertahankan seluruh nomor pertandingan cabang olahraga sepeda.
Menurut Malvin, apabila persoalan utama adalah keterbatasan anggaran penyelenggaraan Porprov, ICF Kaltim siap menggelar sejumlah nomor pertandingan secara mandiri.
Namun, organisasi tersebut membutuhkan kepastian legalitas dari pemerintah agar hasil pertandingan tetap diakui sebagai bagian resmi dari Porprov Kaltim 2026.
“Rencananya besok kami akan bertemu Kadispora Provinsi. Kalau memang ada peluang dan anggaran menjadi kendala, biar kami yang melaksanakan secara mandiri. Kami hanya perlu legalitas bahwa kejuaraan tersebut diakui sebagai bagian dari Porprov dan juaranya diakui sebagai juara Porprov,” tegasnya.
Malvin mengatakan pembiayaan pelaksanaan pertandingan nantinya akan diupayakan secara mandiri oleh ICF Kaltim. Sementara pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan pengakuan resmi terhadap hasil pertandingan dan medali yang diperebutkan.
Bisa Digelar di Samarinda atau Balikpapan
Jika Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov Kaltim tidak dapat melaksanakan seluruh nomor pertandingan cabang olahraga sepeda karena keterbatasan anggaran, ICF Kaltim membuka opsi memindahkan pelaksanaan pertandingan ke daerah lain.
Samarinda dan Balikpapan menjadi dua alternatif daerah yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi pelaksanaan pertandingan.
“Kalau memang mereka tidak bisa melaksanakan karena kekurangan biaya atau defisit anggaran, kita bisa pindahkan ke Samarinda atau Balikpapan. Yang penting nomor-nomor pertandingan itu tetap terlaksana,” ujarnya.
Meski demikian, Malvin menegaskan harapan utama ICF Kaltim tetap agar seluruh nomor pertandingan cabang olahraga sepeda dapat dilaksanakan di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov.
“Harapan kami tentu tetap seluruh nomor dimainkan di Paser. Tetapi kalau memang tidak memungkinkan, kami mencari solusi agar nomor tersebut tidak hilang,” katanya.
Atlet MTB Berpotensi Terdampak
Malvin mengungkapkan, nomor-nomor yang berpotensi banyak terdampak pengurangan adalah nomor sepeda gunung atau mountain bike (MTB).
Padahal, sejumlah daerah di Kalimantan Timur memiliki potensi dan kekuatan atlet yang cukup besar pada nomor tersebut.
Ia menilai penghapusan nomor MTB akan berdampak langsung terhadap atlet yang selama ini telah dibina oleh kabupaten dan kota.
“Yang banyak berpotensi hilang sepertinya nomor MTB. Padahal di nomor itu ada daerah-daerah yang memiliki atlet dan kekuatan cukup bagus, termasuk Balikpapan dan daerah lainnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, ICF Kaltim mendapat informasi adanya kemungkinan pengurangan nomor pertandingan cabang olahraga sepeda dari sekitar 24 nomor menjadi hanya 10 nomor.
Pengurangan tersebut dikhawatirkan akan membuat atlet yang telah dipersiapkan untuk nomor tertentu kehilangan kesempatan mengikuti Porprov.
Malvin menegaskan ICF Kaltim akan terus memperjuangkan agar seluruh nomor yang telah direncanakan tetap dipertandingkan.
Menurutnya, kepentingan utama organisasi saat ini adalah melindungi atlet dan memastikan proses pembinaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun tidak menjadi sia-sia.
“Yang kami pikirkan adalah atlet. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri, bahkan ada yang latihan secara intensif di luar daerah. Jangan sampai semangat mereka turun hanya karena nomor pertandingan tiba-tiba dihilangkan,” pungkasnya. (*)



