Sujiati: Stunting di Pesisir PPU Harus Diselesaikan dengan Edukasi dan Inovasi

Nusantarakita.co.id, PPU – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, menyoroti kompleksitas masalah stunting di wilayah pesisir, seperti Babulu Laut. Meski masyarakat memiliki akses melimpah ke sumber protein laut, angka stunting tetap tinggi. Ia menegaskan bahwa solusinya tidak hanya terletak pada ketersediaan pangan, tetapi juga perubahan pola asuh dan edukasi gizi.
“Meskipun masyarakat pesisir memiliki akses terhadap sumber protein seperti ikan, tetapi angka stunting masih cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga pemahaman tentang pola makan dan pola asuh yang baik,” ujar Sujiati dalam diskusi bersama tim kesehatan PPU, Senin (10/3/2025).
Sujiati menjelaskan, banyak keluarga di pesisir mengandalkan makanan instan karena dianggap praktis. Padahal, bahan lokal seperti ikan bisa diolah menjadi menu bergizi yang disukai anak-anak.
“Kadang masyarakat lebih memilih makanan instan karena dianggap praktis. Padahal di sekitar mereka ada sumber protein dan vitamin yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah stunting,” katanya.
Untuk itu, ia menginisiasi program Edukasi Gizi Berbasis Lokal yang melibatkan pelatihan pengolahan ikan menjadi produk kreatif seperti nugget, abon, atau bakso ikan. Program ini ditujukan untuk ibu-ibu di Babulu Laut agar anak-anak tertarik mengonsumsi protein.
“Kami mendorong ibu-ibu untuk membuat olahan ikan yang lebih bervariasi. Misalnya nugget ikan atau abon ikan, agar anak-anak lebih tertarik mengonsumsinya,” ujarnya.
Selain itu, Sujiati juga menggagas program Rumah Pangan Lestari , di mana masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (toga).
“Dengan menanam sayur sendiri, keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang tanpa harus membeli makanan olahan yang kurang nutrisi,” tambahnya.
Sujiati menekankan bahwa program ini harus didukung oleh pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Ia juga berharap ada pelatihan rutin dan pendampingan agar masyarakat tidak hanya sekadar mengikuti, tetapi juga memahami manfaat jangka panjangnya.
Sujiati optimis bahwa kombinasi edukasi gizi, inovasi olahan ikan, dan pemanfaatan pekarangan dapat menjadi solusi berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program ini demi menekan angka stunting di PPU. (adv)



